Wednesday, 25 January 2017

Cara Melatih Siswa Terampil Bertanya

View Article
Bertanya berkaitan erat dengan menjawab pertanyaan. Jika sudah terlatih mengajukan pertanyaan maka siswa juga akan terampil menjawab pertanyaan.  

Namun demikian, keterampilan bertanya dan menjawab pertanyaan belumlah cukup tanpa didukung oleh pemahaman dan penguasaan siswa terhadap persoalan atau pokok masalah yang sedang dipelajari.

Dapat dipahami, keegganan siswa bertanya atau menjawab pertanyaaan dalam pembelajaran bukan hanya karena persoalan terampil atau tidaknya siswa.  Pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang dibahas, ikut menjadi penyebabnya.

Ada beberapa butir penting sebagai cara dalam meningkatkan keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran.

#Mengikuti dan memahami persoalan
Siswa yang sudah terampil, akan mau bertanya atau menjawab pertanyaan guru dan temannya jika ia mengikuti dan memahami persoalan yang dibahas. Sebaliknya, jika siswa tidak mengikuti pembahasan materi pelajaran serta penjelasan guru, justru siswa tetap enggan bertanya maupun menjawab pertanyaan.

Mereka tidak tahu apa yang harus ditanyakan dan apa yang harus mereka jawab karena tidak mengikuti dan menguasai materi pelajaran yang sedang dibahas. Ketika guru bertanya boleh jadi siswa hanya memilih diam membisu.

Oleh sebab itu, langkah utama dalam melatih keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran adalah mendorong anak untuk memusatkan perhatian terhadap materi pembelajaran yang sedang dibahas.

#Menggunakan teknik dan metode yang sesuai
Untuk melatih siswa agar terampil bertanya, upaya yang selalu dilakukan guru adalah menggunakan metode mengajar yang mendorong siswa bertanya maupun menjawab pertanyaan.

Metode mengajar tersebut antara lain, tanya jawab, diskusi kelompok dan metode resitasi. Teknik mengajar yang diterapkan guru harus menciptakan kondisi yang mengharuskan siswa untuk aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan.

Salah satunya adalah teknik mengajar gado-gado yang menggabungkan beberapa metode mengajar (multi-metode) yang mendukung siswa untuk terlatih mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan.

#Redakan kebiasaan bergurau
Kebiasaan siswa bergurau sering terbawa ke dalam kelas selama pembelajaran berlangsung. Kondisi ini akan menciptakan suasana yang tidak serius dalam belajar. Konsentrasi siswa akan terganggu.

Oleh sebab itu, peran guru dalam mengelola pembelajaran yang paling menonjol adalah mengendalikan suasana belajar agar kondusif. Kebiasaan-kebiasaan siswa bergurau dapat diredakan sehingga siswa serius mengikuti pelajaran dan berani mengajukan pertanyaanmaupun menjawab pertanyaan.

http://www.matrapendidikan.com/2016/09/cara-melatih-siswa-terampil-bertanya.html

Strategi Melatih Kemandirian Siswa dalam Pembelajaran

View Article
Pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas merupakan proses transformasi ilmu pengetahuan, sikap dan tingkah laku, serta keterampilan kepada siswa. 

Proses ini mengarahkan tugas guru sebagai pengajar, pendidik dan sekaligus pelatih dalam pembelajaran. Proses transformasi dalam pembelajaran bertujuan semua potensi yang dimiliki oleh peserta didik. 

Salah satu potensi yang perlu ditumbuhkembangkan dalam pembelajaran adalah sikap mandiri. Diharapkan siswa menunjukkan kemandirian dalam aktivitas belajar yang berlangsung di ruang kelas. Mengapa perlu pengembangan sikap mandiri pada siswa? 

Kemandirian dalam belajar menjadi bekal penting bagi siswa untuk menjalani hidup dan kehidupan setelah mereka terjun ke tengah masyarakat kelak di kemudian hari. Mereka akan menjadi pribadi yang mandiri dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang dihadapi

Ada dua hal penting yang perlu dikemukakan dalam pembahasan ini berkaitan dengan kemandirian siswa, yaitu peranan guru dalam pembelajaran dan strategi melatih sikap mandiri dalam pembelajaran. Yuk, kita ikuti selanjutnya.

Peran guru dalam pembelajaran


Ada 3 tugas pokok guru dalam pembelajaran. Sebagai pengajar, pendidik dan pelatih. Sebagai pengajar, guru bertugas mentransformasi ilmu pengetahuan dalam pembelajaran melalui strategi dan metode tertentu.

Dalam proses transformasi ini guru menjadi seorang fasilitator kebutuhan siswa dalam belajar. Memberikan rujukan dan referensi tentang sumber dan bahan belajar yang dibutuhkan siswa. Namun guru termasuk salah satu sumber belajar, disamping berbagai bahan belajar lainnya, seperti buku pelajaran, media pembelajaran, alat peraga belajar, dan semua sumberdaya di lingkungan sekolah.

Proses transformasi dalam pembelajaran sesungguhnya juga menempatkan guru sebagai mediator, perantara antara siswa dan sumber/bahan belajar yang ada. Oleh sebab itu, tepat dikatakan kalau guru itu sesungguhnya untuk membelajarkan siswa, bukan hanya sekadar mengajar. Artinya, proses tranformasi di ruang kelas lebih difokuskan pada upaya menciptakan kondisi bagaimana siswa dapat belajar.

Sebagai pendidik, guru bertugas mentransformasikan nilai-nilai sikap dan tingkah laku serta budi pekerti luhur. Nilai-nilai ini terintegrasi dalam sumber dan bahan belajar yang diberikan oleh guru. Oleh sebab itu, semua mata pelajaran yang ada di sekolah sudah memuat nilai-nilai sikap positif, tingkah laku yang baik dan nilai budi pekerti luhur.

Tugas sebagai pelatih dalam pembelajaran menempatkan guru untuk memberdayakan potensi keterampilan dasar dan sikap mandiri pada siswa. Potensi ini tercermin dari keterampilan siswa ketika melakukan aktivitas belajar di ruang kelas.

Bagaimana strategi melatih kemandirian siswa?

Melatih kemandirian siswa dalam pembelajaran kiranya menjadi problema yang cukup pelik. Banyak hambatan dan kendala dalam menerapkan teori bagaimana melatih siswa bersikapmandiri. Namun demikian, upaya mengatasi masalah tersebut tetap diupayakan melalui strategi-strategi tertentu. Alternatif strategi dimaksud bertitik tolak pada konsep:

1.Rasa percaya diri siswa

Pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas perlu menumbuhkan nuansa rasa percaya diri pada siswa. Percaya diri untuk menguasai materi pelajaran maupun melakukan aktivitas belajar. 

Siswa dapat menunjukkan rasa percaya diri untuk mengajukan pertanyaan pada guru, menjawab pertanyaan guru maupun temannya ketika proses belajar berlangsung. Percaya diri untuk tampil ke depan kelas, berdiskusi kelompok dan lain sebagainya.

http://www.matrapendidikan.com/2016/01/strategi-melatih-kemandirian-siswa.html